Uncategorized

Ketahui Bahaya Hiperemesis bagi Ibu dan Janin

Hiperemesis atau yang biasa disebut morning sickness merupakan salah satu fase kehamilan yang kerap dialami oleh para ibu hamil. Salah satu gejala morning sickness adalah mual dan muntah berlebihan. Biasanya hyperemesis berlangsung pada trimester awal. Tentu saja hiperemesis tidak boleh diabaikan oleh ibu hamil dan harus segera ditangani.

Hal ini karena hiperemesis yang berkepanjang akan membahayakan kondisi ibu dan janin dalam kandungannya. Berikut ini adalah bahaya hiperemesis bagi ibu dan janin yang wajib Anda ketahui.

  1. Tubuh akan Kekurangan Nutrisi

Hiperemesis dapat membuat ibu hamil tidak mendapatkan nutrisi yang cukup. Hal ini bisa berakibat buruk pada janin dalam kandungan karena tidak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup. Apabila tidak ditangani secara serius, maka hal ini akan meningkat resiko bayi lahir cacat, mengalami autis, ataupun keguguran. Anda bisa meminta suplemen vitamin B6 untuk meredakan mual akibat hiperemesis.

  1. Berat Badan Turun

Bahaya hiperemesis bagi ibu dan janin yang selanjutnya adalah berat badan yang terus menurun. Hal ini karena mual, muntah, dan sakit kepala yang hebat sehingga ibu hamil kehilangan selera untuk mengonsumsi makanan. Jika hal ini terus terjadi, maka perkembangan bayi menjadi tidak optimal. Idealnya ibu hamil akan mengalami kenaikan berat badan hingga 22 kg.

  1. Ibu Mengalami Dehidrasi

Mual dan muntah yang dialami oleh ibu hamil akan mengakibatkan pasokan cairan dalam tubuh terus berkurang. Hal inilah yang menjadi penyebab ibu hamil mengalami dehidrasi. Kadar oksigen dalam Rahim juga akan berkurang dan bisa membahayakan si janin. Oleh karena itu, pastikan si ibu mendapatkan asupan cairan yang cukup untuk mencegah terjadinya dehidrasi.

  1. Keguguran

Ya, bahaya hiperemesis bagi ibu dan janin yang paling fatal adalah mengalami keguguran. Kondisi ini terjadi karena janin tidak mendapatkan nutrisi yang cukup serta tidak dapat bernapas akibat pasokan oksigen yang kurang. Biasanya dokter akan segera melakukan tindakan kuretase untuk meminimalisir terjadinya komplikasi.

Demikian bahaya hipermesis bagi ibu dan janin yang bisa Anda ketahui.

 

Similar Posts