Islam

Konsep Ketuhanan Dalam Islam

Mayoritas konsep esensial Islam adalah monoteisme yang ketat, yang disebut tawḥīd (Arab: توحيد). : 22 Tuhan dijelaskan dalam Surat 112 Al-Qur’an sebagai: “Klaim, Dia adalah Tuhan, Yang Esa dan Hanya; Tuhan, Yang Abadi, Mutlak; Dia tidak melahirkan, dan Dia juga tidak menghasilkan; Dan juga tidak ada yang seperti Dia.” Islam menolak politeisme serta penyembahan berhala (syirik), serta ajaran Kristen tentang Tritunggal. Dalam Islam, Tuhan melampaui segala pengertian dan karenanya Muslim tidak diantisipasi untuk menganggap Dia memiliki tipe manusia. Tuhan didefinisikan dan juga disebut dengan beberapa nama atau kualitas, yang paling umum adalah Ar-Rahmān, menunjukkan “Yang Pengasih“, dan juga Ar-Rahim, yang menunjukkan “Yang Penyayang.”

Islam menunjukkan bahwa produksi apa pun yang berada di ruang angkasa diwujudkan atas perintah Tuhan sebagaimana diungkapkan dalam perkataan, “Jadilah, sebagaimana adanya,”  yang fungsi kehadirannya adalah untuk menyembah atau memahami Tuhan.  Ia dianggap sebagai dewa individu yang menanggapi setiap kali seseorang membutuhkan atau kesusahan memberi isyarat kepadanya.  Tidak ada perantara, seperti pendeta, untuk menghubungi Tuhan, yang menyebutkan: “Saya lebih dekat dengannya (manusia) daripada pembuluh darah leher nya.”  Kesadaran serta pemahaman tentang Tuhan disebut sebagai Taqwa. Allāh umumnya dilihat sebagai nama pribadi Tuhan, sebuah istilah tanpa rujukan jamak atau jenis kelamin. Ini digunakan oleh Muslim dan juga orang Kristen yang berbahasa Arab serta Yahudi milik Tuhan, sedangkan ʾilāh (bahasa Arab: إله) adalah istilah yang digunakan untuk makhluk ilahi atau dewa pada umumnya.  Berbagai Muslim non-Arab lainnya mungkin menggunakan berbagai nama setinggi Allah, misalnya “Khodā” dalam bahasa Persia atau “Ḵẖudā” dalam bahasa Urdu. lihat hasana.id

http://unsplash.com

Malaikat

Muhammad mendapatkan penemuan awalnya dari malaikat Jibril. Dari manuskrip Jami ‘al-Tawarikh oleh Rashid-al-Din Hamadani, 1307.

Ide tentang malaikat sangat penting bagi Islam. Kata Alquran untuk malaikat (bahasa Arab: ملك malak) berasal dari Malaka, menyiratkan “dia berhasil”, sebagai hasil dari kekuatan mereka untuk mengontrol berbagai peristiwa yang ditunjuk untuk mereka, atau dari asal ‘-lk, l -‘- k atau mlk dengan definisi luas dari ‘utusan’, seperti padanannya dalam bahasa Ibrani (malʾákh). Tidak seperti kata Ibrani, bagaimanapun, istilah ini hanya digunakan untuk roh luar biasa dari dunia yang megah, bukan pembawa manusia. Alquran menggambarkan baik pembawa malaikat maupun manusia sebagai rasul.

Alquran adalah sumber utama untuk prinsip Islam tentang malaikat. : 23 Beberapa dari mereka, seperti Jibril dan Mikhael, disebutkan namanya dalam Al-Qur’an, yang lain hanya disebut berdasarkan fungsinya. Dalam karya sastra hadits, malaikat biasanya hanya memiliki satu sensasi tertentu. : 79 Malaikat memainkan peran penting dalam karya sastra tentang Mi’raj, di mana Muhammad mengalami sejumlah malaikat sepanjang perjalanannya melalui surga. : 79 Lebih banyak malaikat sering dimasukkan dalam eskatologi Islam, iman dan juga pendekatan. : 22 Kewajiban yang ditetapkan kepada malaikat terdiri dari, sebagai contoh, berinteraksi dengan penemuan-penemuan dari Tuhan, mewartakan Tuhan, mencatat tindakan setiap orang, dan mengambil roh seseorang pada saat kematian.

pixabay.com

Dalam Islam, seperti halnya dalam Yudaisme dan juga Kristen, malaikat biasanya direpresentasikan dalam bentuk antropomorfik yang terintegrasi dengan foto-foto luar biasa, seperti sayap, berdimensi hebat atau memakai tulisan ilahi. : 97–9 Al-Qur’an menjelaskan mereka sebagai “pembawa pesan bersayap– 2, atau tiga, atau 4 (set).”  Ciri khas malaikat adalah tidak adanya tuntutan akan kebutuhan jasmani, seperti makan dan juga minum.  Kurangnya kesukaan mereka pada keinginan produk juga terungkap dari penciptaan mereka dari cahaya: malaikat pengasih dikembangkan dari nūr (‘cahaya’) melawan malaikat hukuman yang dihasilkan dari nār (‘api’). Umat ​​Muslim biasanya tidak memiliki pemahaman yang sama tentang penggambaran foto malaikat, seperti yang terdapat dalam seni Barat.

Author

Sutaryo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *